68 Persen Penduduk tanpa Air Bersih

7 October 2008 § Leave a comment

Sebagai penyangga Kota Surabaya, pertumbuhan penduduk Sidoarjo begitu pesat. Kawasan perumahan terus bermunculan di kabupaten yang memiliki 18 kecamatan itu. Sayang, penambahan fasilitas air bersih berjalan stagnan. PDAM Delta Tirta Sidoarjo hanya mampu meng-cover kebutuhan 78.000 pelanggan atau 32 persen kebutuhan air bersih penduduk.

Meski berstatus kabupaten, karakter masyarakat Sidoarjo tak ubahnya penduduk kota. Kawasan hunian kini lebih banyak berupa perumahan yang sebagian besar penghuninya bekerja di Surabaya. Kawasan perumahan itulah yang menyedot kebutuhan terbesar fasilitas air bersih. Di antara 32 persen coverage layanan PDAM Delta Tirta, 28 persen digunakan untuk menyuplai kawasan perumahan.

”Perumahan di kampung-kampung menggunakan air sumur sejak lama. Mereka relatif tidak bermasalah. Yang sulit mengimbangi ketersediaan air bersih adalah pertumbuhan perumahan,” kata Humas PDAM Delta Tirta Gatot Budi Utomo.

Meski diklaim sebagai pengguna terbanyak, tidak berarti kawasan perumahan di Sidoarjo telah bebas dari problem air bersih. Sebab, sebagian besar perumahan, khususnya yang baru dan lokasinya jauh dari jaringan pipa PDAM, tak mendapatkan suplai air. Rata-rata perumahan tersebut mengandalkan air sumur. Itu pun hanya untuk mandi dan cuci.

”Kalau untuk minum dan masak, kami belum berani. Lebih baik membeli air jeriken yang biasa dijual orang keliling. Katanya air dari Pandaan,” ungkap Abdul Manan, warga Perumahan Surya Jaya Land, Gedangan, Sidoarjo.

Menurut dia, karakter air sumur di Sidoarjo berbeda dari daerah lain. Misalnya, Malang. Jika kemarau, warna air sumur cenderung kekuningan. Kalau dipakai menyiram tumbuhan, bisa menimbulkan bercak putih di daun. Kalau digunakan mencuci kain putih, muncul bercak kecokelatan ketika kering. ”Makanya, kami tidak berani menggunakan air tersebut untuk konsumsi,” ujar pria berusia 28 tahun tersebut.

Sebagian warga bahkan tidak berani menggunakan air sumur Sidoarjo untuk memandikan balita. Kalau dipaksakan, di kulit anaknya muncul bercak-bercak merah dan rasa gatal. ”Cukup sekali saya memandikan anak dengan air sumur di Sidoarjo. Trauma, bercak merahnya sangat banyak,” kata Ny Agung, salah seorang warga Perumahan Bumi Citra Fajar.

Warga perumahan yang telah menikmati fasilitas PDAM Delta Tirta juga tak lepas dari permasalahan. Sebab, pasokan air di sebagian kawasan perumahan tak pernah lancar. Yang paling sering mengeluh adalah warga kawasan jalur tengah (rute Jl Raya Porong sampai Surabaya) yang jumlahnya hampir mencapai 8.000 pelanggan.

Sugeng, warga Perumahan Citra Fajar Golf, mengungkapkan bahwa pasokan air PDAM di rumahnya tak pernah lancar saat siang. Kalau malam, aliran air sangat lancar, namun warnanya tak sekadar kuning. ”Cokelat, keruh, dan bau besi. Saya tak pernah menggunakannya untuk memasak atau minum,” tegasnya.

Dia bahkan menuturkan bahwa kualitas air PDAM di rumahnya lebih buruk dibanding air sumur. Karena itu, hanya untuk keperluan air, Sugeng menggunakan empat jalur. PDAM untuk mandi dan mencuci, air mineral untuk minum, serta air jeriken yang biasa dijual keliling untuk masak. ”Di rumah saya tidak ada sumur. Ya harus sabar dan pinter-pinter mengatur penggunaan air. Kalau pas pulang malam, air ternyata keruh, terpaksa tidak mandi,” ungkapnya.

Direktur Umum PDAM Delta Tirta Sidoarjo Abdul Basit Lao mengaku bahwa cakupan layanan instansi yang dia pimpin baru mencapai 32 persen. Kemampuan PDAM Delta Tirta saat ini hanya menyediakan 1.050 liter kubik per detik. Pasokan air tersebut berasal dari empat IPA yang semua menggunakan bahan baku air sungai, dibantu satu instalasi sumber air dari Umbulan, Pasuruan.

Dia menyebutkan, debit yang diambil dari Umbulan hanya 170 liter kubik per detik atau sekitar 17 persen dari jumlah keseluruhan. Pelanggan yang terlayani dengan sumber air Umbulan adalah mereka yang berada di jalur tengah. Yakni, Kecamatan Kota, Buduran, dan Waru. Sedangkan kontrol pengelolaannya dinaungi langsung PDAM Surabaya.

Basit mengungkapkan, saat ini pihaknya sedang menambah kuota air untuk memenuhi ketersediaan air bersih di Sidoarjo. Salah satunya, membangun instalasi pengolahan air (IPA) Kedungwuling di Desa Durungbeduk, Kecamatan Candi, Sidoarjo. Bahan baku airnya berasal dari Sungai Kedungwuling.

Pembangunan IPA tersebut, kata dia, dijadwalkan selesai akhir tahun. Saat ini, pembangunan sudah mencapai 60 persen. ”Jadi, sudah separo jalan,” jelasnya.

Kapasitas yang ditampung mencapai 50 liter kubik per detik. Dengan ukuran tersebut, diperkirakan mampu memenuhi kebutuhan air untuk empat ribu rumah atau pelanggan. ”Sasaran yang diutamakan adalah rumah tangga,” ucapnya.

Tahun depan, PDAM Delta Tirta melebarkan pelayanan di dua kecamatan yang belum tersentuh sama sekali. Yakni, Kecamatan Balongbendo dan Tarik. Di kawasan tersebut, diakui, belum ada pelayanan ketersediaan air bersih dari PDAM. ”Rencananya dibangun saluran menuju kawasan tersebut,” tegasnya.

IPA itu akan dibangun di Kecamatan Krian. Lokasinya sedang dicari. Yang jelas, dana untuk pengadaan lahan serta sarana dan prasarana sudah disetujui. Yakni melalui APBD Sidoarjo 2009 senilai Rp 7,5 miliar. Sedangkan kebutuhan pembangunan IPA masih menunggu bantuan dari pusat.

Basit menyatakan, perkembangan jumlah cakupan layanan air bersih jauh lebih lambat dibanding pertumbuhan penduduk. Sejak 2000, peningkatan jumlah cakupan hanya ditarget 2 persen per tahun atau setara 4.000 pelanggan.

Meski demikian, PDAM mengaku tetap akan melayani permintaan sambungan baru untuk kawasan yang dekat dengan instalasi pipa PDAM. Tarifnya sekitar Rp 1,1 juta untuk rumah tangga. ”Untuk awal 2009, Desa Sugih Waras, Kecamatan Candi, menjadi sasaran utama pelayanan kami,” katanya. (riq/nuq/fat)

Dikutip dari : jawapos.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading 68 Persen Penduduk tanpa Air Bersih at ARASKA.

meta

%d bloggers like this: