Kemarau Panjang, 10 Ribu Jiwa di Kediri Krisis Air Bersih

7 October 2008 § Leave a comment

sumber : detikSurabaya


Warga Tengah Menguras Sumur/Samsul Hadi

Kediri – Kemarau panjang yang terjadi beberapa bulan ini mengakibatkan siksaan bagi sejumlah warga di Kabupaten Kediri. 10.400 Jiwa di Desa Surat, Kecamatan Mojo, saat ini mengalami kesulitan air bersih.

Jumlah masyarakat yang menglamai kesulitan air bersih tersebut, tergabung dalam 1.124
KK,dan tersebar di 5 pedukuhan, yaitu Dukuh Jajar, Judek, Bonggah, Nganglik dan Bakalan. Kesulitan air bersih diakui oleh warga terjadi sejak 4 bulan terakhir.

“Ini bencana tahunan Mas. Tapi sepertinya tahun ini yang terparah, dan terasa sangat
menyiksa sejak 4 bulan terakhir,” ungkap Muhammad Bisri (41), warga Desa Surat kepada
detiksurabaya.com, saat ditemui di tengah kesibukannya menguras sumur miliknya,
Selasa (7/10/2008).

Menurut Bisri, akibat kekeringan tersebut masyarakat di daerahnya harus bersusah payah untuk bisa mendapatkan air bersih. Tak jarang mereka harus mengemis air ke sumur milik tetangganya.

“Yo wis intinya harus bisa sabar dan saling pengertian. Kita saling berbagi agar sama-sama bisa mendapatkan air bersih,” imbuh Bisri.

Selain harus meminta air ke sumur tetangga, Bisri juga mengaku jika untuk bisa memenuhi kebutuhan air bersih, beberapa warga memanfaatkan aliran Sungai Brantas.

“Sebenarnya juga ada alternatif lain, yaitu mengambil air di Sumber Jurang Mangir. Tapi sangat jarang yang ke sana, karena daerahnya pegunungan dan jaraknya sekitar 7 km,” kata Bisri.

Secara terpisah, Sugito (38), Kepala Desa Surat menyikapi kesulitan air bersih yang dialami warganya sangat berharap, agar Pemerintah Kabupaten Kediri dapat memperlancar suplai air bersih ke daerahnya.

“Sebenarnya ada suplai, tapi nggak lancar. Terkadang seminggu hanya sekali, dan tak
jarang tak ada kiriman sama sekali,” ujar Sugito.

Ketika ditanya mengenai penyebab parahnya kekeringan di daerahnya, Sugito menyebut akibat maraknya penambangan pasir mekanik di sepanjang Sungai Brantas, semakin memperparah keadaan.

“Akibat penambangan pasir itu, berimbas pada semakin dalam sumber air di sumur,” ungkap Sugito.(bdh/bdh)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Kemarau Panjang, 10 Ribu Jiwa di Kediri Krisis Air Bersih at ARASKA.

meta

%d bloggers like this: