Pembalakan Liar di Taman Nasional Kerinci Seblat

1 April 2009 § 1 Comment

60866largeMUSI RAWAS – Hutan di wilayah Sumatera semakin merana. Bahkan, yang berstatus taman nasional dan dilindungi pun tidak terhindar dari pembalakan liar.

Salah satu di antaranya adalah hutan di kawasan Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS), yang wilayahnya masuk beberapa provinsi di Sumatera. Misalnya, Sumsel, Bengkulu, Jambi, dan Sumbar. Luas keseluruhan 1,2 juta hektare.

Berdasar data dari seksi TNKS wilayah IV Sumsel, telah terjadi perusakan besar-besaran di kawasan tersebut sejak tiga tahun terakhir. Tidak kurang dari 35.000 hektare hutan TNKS di wilayah IV rusak. Luas yang rusak itu sama dengan 15 persen dari total luas hutan di wilayah IV TNKS sebesar 250.613 hektare.

Sebagian besar kerusakan disebabkan aksi perambahan oleh masyarakat yang membuka lahan untuk perkebunan dan ladang serta pembalakan liar. Lemahnya pengawasan karena keterbatasan personel membuat masyarakat leluasa merambah hutan, terutama di daerah hulu sungai. ”Angka tersebut bisa jadi lebih besar lagi. Mengingat, perambahan masih saja terjadi beberapa waktu belakangan ini,” ujar Aidy Hernady, kepala Seksi TNKS Wilayah IV Sumsel, melalui Kordinator Perlindungan dan Pengamanan Hutan M. Zainuddin.

Dari inventarisasi TNKS, ditemukan beberapa kategori perambahan. Yaitu, perambahan dengan membuka lahan baru dan perambahan dengan pembukaan lahan lama. Itu terjadi merata di seluruh wilayah Musi Rawas, terutama di hulu-hulu sungai yang berdekatan dengan permukiman warga.

Menurut Zainuddin, rata-rata masyarakat merambah kawasan TNKS untuk dijadikan ladang atau lahan perkebunan, seperti kebun karet dan kopi. Hal itu membuat serbasalah TNKS.

Di satu sisi, aksi perambahan kawasan TNKS itu merupakan pelanggaran. Di sisi lain lahan tersebut sudah menghasilkan secara ekonomi bagi masyarakat. ”Kebanyakan kami melihat kawasan yang dirambah dijadikan kebun. Jika menemukan kondisi ini, kan sudah telanjur. Karena itu, kami memberikan semacam komitmen kepada masyarakat agar jangan memperluas wilayah perambahan. Hasil kebun boleh diambil. Hanya, lahan tersebut tidak bisa dijadikan hak milik,” tuturnya.

Maraknya perambahan hutan kawasan TNKS itu tidak sekadar merusak hutan. Namun, itu juga mengancam kelangsungan kawasan paru-paru dunia dan kelestarian aneka flora dan fauna khas TNKS. Di antaranya, harimau sumatera (phantera tigris sumatraensis), badak sumatera (dicerorhinus sumatraensis), siamang (sympalangus syndactylus), tarsius (tarsius Sp), murai batu (copsycus malabaricus), dan beo (gracula religiosa).

Kawasan TNKS juga memiliki kekayaan tumbuhan paling lengkap. Selain itu, TNKS menjadi habitat beberapa flora langka. Misalnya, puluhan atau bahkan ratusan jenis bunga bangkai.

Sulitnya petugas mengawasi kawasan TNKS juga disebabkan rusaknya tapal batas. Sebagian yang lain bahkan hilang. Zainuddin mengatakan bahwa tapal batas itu belum diganti atau diperbaiki.

Dia menjelaskan, Balai TNKS di Sungai Penuh, Jambi, sudah mengusulkan untuk perbaikan. Namun, itu masih terkendala dana. ”Mestinya lima tahun sekali ada perbaikan atau rekonstruksi pal batas. Terakhir rekonstruksi pal batas dilakukan 1993,” ujarnya.

Jumlah tapal batas di wilayah TNKS Sumsel yang mengalami kerusakan dan hilang tak kurang dari 3.000 patok. Lebih dari 75 persen dari total jumlah pal batas, hampir 4.000 patok. (ME04/jpnn/ruk)(Jawapos.com)

Tagged: , ,

§ One Response to Pembalakan Liar di Taman Nasional Kerinci Seblat

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Pembalakan Liar di Taman Nasional Kerinci Seblat at ARASKA.

meta

%d bloggers like this: