Bayi “Raksasa” Lahir di Pamekasan, Berat 6 Kg Tinggi 75 Cm

20 August 2009 § 1 Comment

Bayi berukuran raksasa (kanan, digendong) lahir di Pamekasan, Madura. Anak keenam dari pasangan suami istri Iptu Soemanto (47), dan Hj Aminah (45), itu memiliki berat badan 6 kg dengan tinggi 75 cm.

PAMEKASAN, Bayi berukuran raksasa lahir di Pamekasan, Madura. Anak keenam dari pasangan suami-istri Iptu Soemanto (47) dan Hj Aminah (45) itu memiliki berat badan 6 kg dengan tinggi 75 cm. Anehnya, bayi laki-laki itu dilahirkan tanpa ari-ari (tali pusar) atau ari-arinya langsung putus tanpa meninggalkan luka.

Menurut pasangan suami-istri warga Kampung Rongkarong, Kelurahan Gladak Anyar, Kecamatan Kota Pamekasan, itu banyak keanehan mengiringi bayi yang dilahirkan tepat pada peringatan Hari Kemerdekaan RI, Senin (17/8) pagi itu.

Selain lahir tanpa ari-ari, bayi tersebut berada di kandungan selama 12 bulan, tidak seperti bayi umumnya yang biasanya di kandungan selama sekitar 9 bulan 10 hari. Selain itu, proses persalinannya di rumah tanpa bantuan tenaga medis ataupun dokter kandungan.

Karuan saja kelahiran bayi tersebut menggegerkan warga kampung tersebut. Beberapa warga bahkan membandingkan bayinya yang berumur antara 7 bulan dan 10 bulan dengan bayi yang baru berumur sehari tersebut. “Kondisi tubuh bayi ini kok lebih besar daripada anak saya yang sudah berusia sembilan bulan. Sungguh aneh, bayi baru lahir tapi tubuhnya mirip bayi berusia di atas sembilan bulan,” kata seorang warga, Selasa.

Kepada sejumlah wartawan yang menemui di rumahnya, Selasa (18/8), Aminah didampingi suaminya mengaku tidak menyangka bayi yang dia lahirkan kondisi tubuhnya seperti itu.

Aminah yang mengaku selama ini sering dimintai tolong untuk mengobati warga yang sakit itu mengatakan, menjelang persalinan itu ia merasa perutnya seperti ada kelainan. Ia kemudian menyuruh keluarganya memanggil dukun bayi setempat untuk membetulkan posisi kandungannya yang mungkin ada masalah.

Ketika Aminah berbaring di tempat tidur sambil menunggu kedatangan dukun bayi, tiba-tiba perutnya terasa mules. Selanjutnya Aminah terlentang dan tiba-tiba bayi itu lahir dan langsung menangis dengan keras. Tak ayal lagi, Aminah pun kaget bercampur gembira. Yang aneh lagi, begitu bayi itu diperhatikan, tidak ada darah dan tali pusarnya. “Bayi saya ini lahir bersih seperti sudah dimandikan.

Saya heran dengan kejadian ini. Padahal, anak-anak saya sebelumnya lahir normal, ya ada darahnya, ada ari-arinya. Ini sungguh di luar nalar saya. Semua ini berkat kebesaran Allah SWT,” kata istri perwira yang bertugas di Polwil Madura itu sambil menggendong bayinya.

Menyusut

Aminah mengaku sempat menimbang berat badan sang bayi. Menurutnya, saat ditimbang itu beratnya 8 kg dengan tinggi 75 cm. Namun pada Selasa sore, datang empat mahasiswa yang kuliah di Jurusan Kebidanan Universitas Islam Madura ingin melihat kondisi bayi tersebut. Mereka juga sempat menimbang bayi tersebut. Anehnya, ketika ditimbang oleh para mahasiswa tersebut, berat bayi diketahui 6 kg dan panjang 75 cm atau menyusut 2 kg dibandingkan klaim Aminah.

Ketika ditanya soal berat badan bayi tersebut, Aminah bersikukuh saat baru dilahirkan, berat bayinya 8 kg. “Ya, mungkin saja beratnya menyusut,” kata perempuan itu.

Aminah mengatakan, bayinya nanti akan diberi nama Wahyu Agus Perwira Putra. Meski tidak menjelaskan secara detail makna nama anaknya itu, Aminah mengait-kaitkan bayi itu sebagai berkah dari yang Maha Kuasa, sedangkan Perwira Putra karena ayahnya adalah seorang perwira polisi yang bertugas di Subag Intel Polwil Madura.

Iptu Soemanto mengatakan, meski anak keenamnya itu lahir dengan sejumlah keanehan, ia tidak akan membawanya ke dokter atau memeriksakan mengapa bayinya lahir seperti itu. “Yang penting anak saya lahir dengan selamat dan istri saya kondisinya juga sehat,” kata Soemanto kepada Surya.

Dikatakan, dari enam anak yang dilahirkan istrinya, hanya anak kelima yang ditangani bidan, sedangkan anak lainnya ditangani dukun bayi. Ia menambahkan, selama kehamilan anak keenam itu, hanya satu kali istrinya periksa ke dokter spesialis kandungan, selebihnya selalu ke dukun bayi.

Aminah mengisahkan, saat usia kandungan menginjak tujuh bulan, ia merasakan ada yang aneh pada kandungannya. Waktu itu ia memeriksakan kepada seorang dokter spesialis kandungan di Pamekasan. Ketika dilakukan pemeriksaan ultrasonografi (USG), ternyata bayi itu tidak tampak. Bahkan, di layar monitor komputer pun ia tidak terlihat.

Karena penasaran dan mengira ada yang salah terhadap USG perutnya, selesai dari dokter spesialis kandungan itu Aminah tidak langsung pulang, tapi mampir ke bidan langganannya untuk memeriksakan kandungannya. Ternyata hasil diagnosis bidan itu sama seperti yang dijelaskan dokter bahwa tidak tampak adanya bayi di perutnya.

Namun, Aminah saat itu yakin bayi itu ada dalam kandungannya. Keyakinannya bertambah begitu Aminah sampai di rumah dan di dalam perutnya terasa ada yang bergerak-gerak. “Aneh juga, begitu di rumah, bayi itu gerakannya terasa sekali, sampai telinga saya ini saya tempelkan di perut istri saya,” imbuh Soemanto.

Kini, sehari setelah kelahiran itu, demi kesehatannya, selain diberi ASI, si bayi juga diberi makanan tambahan bubur dan minuman air mineral.

Sementara itu, Toriyah (35), tetangga depan rumah Aminah, mengaku sedang berada di pasar ketika Aminah melahirkan bayinya. Begitu pulang, ia melihat rumah Aminah sudah ramai oleh warga yang menjenguknya.

“Waktu itu saya lihat bayinya bersih seperti sudah dimandikan. Padahal, saat itu baru saja dilahirkan. Bagi saya dan tetangga, kelahiran bayi itu wajar karena Umi Aminah punya kelebihan (mengobati orang sakit),” kata Toriyah.

Ditambahkan, selama mengandung, ia melihat Aminah biasa-biasa saja, tidak ada tanda keanehan. Hanya saja, meski hamil besar, Aminah tetap aktif melayani puluhan pasien yang berobat kepadanya.

Untuk kelahiran di Indonesia, bayi Aminah tersebut tergolong raksasa. Catatan Museum Rekor Indonesia (Muri) menunjukkan, hingga saat ini bayi lahir terberat di Indonesia adalah Ardyan Angga Pramudya, anak dari pasangan Susetyo TS dan Sri Kushardiyat asal Karanganyar, Jawa Tengah. Menurut publikasi Muri, 7 Oktober 2008, saat dilahirkan berat Ardyan 6,870 kg, panjang 69 cm, dan lingkar kepala 40 cm.

Adapun Guinness Book of World Records mencatat, bayi terberat di dunia saat dilahirkan adalah anak dari seorang ibu bernama Anna Bates dari Kanada, yang bayinya seberat 10,8 kg ketika dilahirkan 19 Januari 1879. Namun, bayi lelaki yang belum sempat diberi nama itu meninggal 11 jam setelah lahir. Rekor beratnya belum terpecahkan hingga saat ini.

Perlu penanganan

Spesialis kebidanan dan kandungan dari RS Dr Soetomo Surabaya, dr Hari Paraton, ketika dihubungi Surya mengaku ragu ada bayi yang bisa lahir dengan kondisi tubuh seperti yang dilahirkan Aminah.

Menurut Hari, secara medis melahirkan bayi berbobot 8 kg dan panjang 75 cm secara normal atau tanpa operasi sangat berbahaya bagi sang ibu. Jika memang benar, menurutnya kejadian ini terbilang aneh.

“Bayi dengan bobot di atas 5 kg saja sangat rawan kalau lahir normal. Maksimal panjang bayi saat baru dilahirkan juga rata-rata 50 cm,” kata Hari, Selasa.

Selama ini bobot terberat bayi lahir yang pernah dia tangani adalah 6,2 kg dengan panjang 60 cm. Untuk itu sang ibu harus dioperasi cesar. Apalagi, dalam kasus di Pamekasan, kelahiran bayi dengan ukuran jumbo itu tanpa disertai darah yang melumuri sekujur tubuh layaknya kelahiran bayi umumnya. “Bayi dengan bobot diatas 3,5 kg kalau lahir normal itu sudah risiko pendarahan pada ibu sangat besar. Darahnya pasti banyak di bayinya,” tutur Hari.

Menurutnya, kedua orangtua sebaiknya memeriksakan si bayi ke rumah sakit. Banyak bayi dengan ukuran raksasa tidak bisa bertahan lama. Oleh sebab itu, maksimal dua jam setelah dilahirkan harus mendapat penanganan khusus.

Sebab, kelahiran bayi ukuran raksasa selama ini rentan dengan kelainan kekurangan zat gula. Kandungan gula cenderung sangat rendah atau disebut hipoglikemik. Jika terus turun bisa berbahaya bagi keselamatan si bayi.

KOMPAS.com —

Tagged: , ,

§ One Response to Bayi “Raksasa” Lahir di Pamekasan, Berat 6 Kg Tinggi 75 Cm

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Bayi “Raksasa” Lahir di Pamekasan, Berat 6 Kg Tinggi 75 Cm at ARASKA.

meta

%d bloggers like this: