Cara Mencari Arah Kiblat

28 October 2009 § 1 Comment

Warga menjalankan Shalat Jumat di halaman Masjid Raya Ganting, Padang, Sumatera Barat yang mengalami kerusakan akibat gempa, Jumat (2/10). Gempa bumi berskala 7,6 skala richter yang mengguncang Padang mengakibatkan sedikitnya 500 orang meninggal dan ribuan bangunan hancur.


Arah kiblat menjadi prasyarat menjalankan ibadah shalat. Di mana pun umat Islam menjalankan ritual keagamaan itu, mereka harus berkiblat ke Kabah di Mekkah. Penentuan arah kiblat tentu tak masalah bagi mereka yang berada di dekat Kabah. Bagaimana memastikannya jika berada jauh dari tempat suci itu? « Read the rest of this entry »

Advertisements

Memperingati Sumpah Pemuda 28 Oktober

28 October 2009 § Leave a comment

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Peserta Kongres Pemuda II

Sumpah Pemuda merupakan sumpah setia hasil rumusan Kerapatan Pemoeda-Pemoedi Indonesia atau dikenal dengan Kongres Pemuda II, dibacakan pada 28 Oktober 1928. Tanggal ini kemudian diperingati sebagai “Hari Sumpah Pemuda”.

Rumusan Sumpah Pemuda ditulis Moehammad Yamin pada sebuah kertas ketika Mr. Sunario, sebagai utusan kepanduan tengah berpidato pada sesi terakhir kongres. Sumpah tersebut awalnya dibacakan oleh Soegondo dan kemudian dijelaskan panjang-lebar oleh Yamin.

Sumpah Pemuda versi orisinal

Pertama
Kami poetera dan poeteri Indonesia, mengakoe bertoempah darah jang satoe, tanah Indonesia.
Kedoea
Kami poetera dan poeteri Indonesia, mengakoe berbangsa jang satoe, bangsa Indonesia.
Ketiga
Kami poetera dan poeteri Indonesia, mendjoendjoeng bahasa persatoean, bahasa Indonesia.

Sumpah Pemuda versi Ejaan Yang Disempurnakan:

Pertama
Kami putra dan putri Indonesia, mengaku bertumpah darah yang satu, tanah air Indonesia.
Kedua
Kami putra dan putri Indonesia, mengaku berbangsa yang satu, bangsa Indonesia.
Ketiga
Kami putra dan putri Indonesia, menjunjung tinggi bahasa persatuan, bahasa Indonesia.

Kongres Pemuda II

Gagasan penyelenggaraan Kongres Pemuda Kedua berasal dari Perhimpunan Pelajar Pelajar Indonesia (PPPI), sebuah organisasi pemuda yang beranggota pelajar dari seluruh Indonesia. Atas inisiatif PPPI, kongres dilaksanakan di tiga gedung yang berbeda dan dibagi dalam tiga kali rapat.

Rapat pertama, Sabtu, 27 Oktober 1928, di Gedung Katholieke Jongenlingen Bond (KJB), Waterlooplein (sekarang Lapangan Banteng). Dalam sambutannya, ketua PPI Sugondo Djojopuspito berharap kongres ini dapat memperkuat semangat persatuan dalam sanubari para pemuda. Acara dilanjutkan dengan uraian Moehammad Yamin tentang arti dan hubungan persatuan dengan pemuda. Menurutnya, ada lima faktor yang bisa memperkuat persatuan Indonesia yaitu sejarah, bahasa, hukum adat, pendidikan, dan kemauan

Rapat kedua, Minggu, 28 Oktober 1928, di Gedung Oost-Java Bioscoop, membahas masalah pendidikan. Kedua pembicara, Poernomowoelan dan Sarmidi Mangoensarkoro, berpendapat bahwa anak harus mendapat pendidikan kebangsaan, harus pula ada keseimbangan antara pendidikan di sekolah dan di rumah. Anak juga harus dididik secara demokratis.

Pada rapat penutup, di gedung Indonesische Clubgebouw di Jalan Kramat Raya 106, Sunario menjelaskan pentingnya nasionalisme dan demokrasi selain gerakan kepanduan. Sedangkan Ramelan mengemukakan, gerakan kepanduan tidak bisa dipisahkan dari pergerakan nasional. Gerakan kepanduan sejak dini mendidik anak-anak disiplin dan mandiri, hal-hal yang dibutuhkan dalam perjuangan.

Sebelum kongres ditutup diperdengarkan lagu “Indonesia Raya” karya Wage Rudolf Supratman yang dimainkan dengan biola saja tanpa syair, atas saran Sugondo kepada Supratman. Lagu tersebut disambut dengan sangat meriah oleh peserta kongres. Kongres ditutup dengan mengumumkan rumusan hasil kongres. Oleh para pemuda yang hadir, rumusan itu diucapkan sebagai Sumpah Setia.

Peserta

Para peserta Kongres Pemuda II ini berasal dari berbagai wakil organisasi pemuda yang ada pada waktu itu, seperti Jong Java, Jong Ambon, Jong Celebes, Jong Batak, Jong Sumatranen Bond, Jong Islamieten Bond, PPPI, Pemuda Kaum Betawi, dll. Di antara mereka hadir pula beberapa orang pemuda Tionghoa sebagai pengamat, yaitu Oey Kay Siang, John Lauw Tjoan Hok dan Tjio Djien Kwie serta Kwee Thiam Hong sebagai seorang wakil dari Jong Sumatranen Bond. Diprakarsai oleh AR Baswedan pemuda keturunan arab di Indonesia mengadakan kongres di Semarang dan mengumandangkan Sumpah pemuda keturunan arab.

Gedung

Bangunan di Jalan Kramat Raya 106, tempat dibacakannya Sumpah Pemuda, adalah sebuah rumah pondokan untuk pelajar dan mahasiswa milik Sie Kok Liong.

Gedung Kramat 106 sempat dipugar Pemda DKI Jakarta 3 April20 Mei 1973 dan diresmikan Gubernur DKI Jakarta, Ali Sadikin, pada 20 Mei 1973 sebagai Gedung Sumpah Pemuda. Gedung ini kembali diresmikan oleh Presiden Soeharto pada 20 Mei 1974. Dalam perjalanan sejarah, Gedung Sumpah Pemuda pernah dikelola Pemda DKI Jakarta, dan saat ini dikelola Kementrian Kebudayaan dan Pariwisata

Recover GRUB Setelah Install Ulang WIndows

28 October 2009 § Leave a comment

https://i0.wp.com/www.walkernews.net/wp-content/uploads/2007/07/1-reset-linux-lost-password.jpg
Berikut ini sedikit tips atau trik untuk mengembalikan GRUB yang hilang setelah melakukan install ulang Windows. Walaupun dalam kenyataannya kerusakan dan hilangnya GRUB ini tidak selalu disebabkan oleh instalasi ulang sistem operasi milik tetangga sebelah itu. Bisa saja GRUB hilang atau rusak karena sebab lain. Apapun kasusnya, biasanya saya menggunakan salah satu cara dari dua cara berikut ini. Kedua cara ini dijalankan menggunakan terminal (mode cli) di atas Ubuntu Live CD.

Ketika selesai melakukan instalasi Windows dan anda menemukan bahwa tidak ada pilihan untuk memulai Linux (distro apapun itu, dalam artikel ini diasumsikan Ubuntu) atau ketika tanpa sebab yang jelas tiba-tiba saja anda menjumpai GRUB Error 18, tidak perlu panik. Anda hanya perlu (selalu) menyediakan Ubuntu Live CD, boot CD ini hingga anda disuguhkan desktop Ubuntu lalu mount partisi tempat instalasi Linux menggunakan nautilus (dalam artikel ini diasumsikan di /media/disk). Kemudian gunakan salah satu cara berikut:

  1. sudo grub-install --recheck --root-directory=/media/disk /dev/sda
  2. Ganti /media/disk dengan direktori di mana anda mengaitkan (mount) partisi yang digunakan Ubuntu

  3. sudo grub
    grub> find /boot/grub/stage1
    hd(0,3)
    grub> root (hd0,3)
    grub> setup (hd0)
    qui
    t
  4. Perhatikan bahwa setelah mengetikkan sudo grub akan ada promp baru berbentu grub>; ini berarti anda sedang berada dalam modus pengaturan GRUB interaktf. Perlu dicatat juga bahwa keluaran find /boot/grub/stage1 tidak akan selalu sama tetapi akan mengikuti format hd(x,y) yang akan digunakan pada perintah selanjutnya

Apabila tidak ada pesan kesalahan setelah menjalankan salah satu cara di atas berarti GRUB kini sudah terinstal kembali dan siap digunakan. Silakan reboot komputer anda.

KOELIT (Komoenitas Linux Trunodjojo) http://www.koelit.linux.or.id

CEO Kaspersky: Saatnya Gunakan Paspor Internet

28 October 2009 § Leave a comment

MOSKOW – CEO Kaspersky Eugene Kaspersky menyerukan kepada pengguna internet untuk mengakhiri anonimitas (penggunaan identitas palsu) di dunia maya, ini untuk menghindari kasus kejahatan cyber.

Perusahaan antivirus dan keamanan komputer terbesar itu meminta kepada pengguna internet menghentikan anonimitas yang semakin belakangan semakin marak. Menurut Eugene, kini saatnya menciptakan ‘paspor internet’ bagi siapa saja yang ingin menelusuri situs.

“Semua harus memiliki identitas asli untuk menjelajah internet, untuk menciptakan pengawasan yang baik dalam sebuah ‘paspor internet’,” tegas Eugene, seperti yang dilansir Slashdot, Minggu (18/10/2009).

Internet tidak dirancang hanya untuk keperluan umum saja, tetapi juga bagi para ilmuwan dan militer, dan sangat berbahaya jika anonimitas dapat dengan leluasa menerobos informasi yang dilarang, tanpa mengetahui dengan jelas siapa pelakunya.

“Anonimitas merupakan kerentanan keamanan internet yang paling besar. Dan saya berpikir setiap negara yang tidak mengikuti cara ini harus diblokir dari semua akses,” cetus pria yang baru saja mengunjungi Indonesia beberapa waktu lalu tersebut.

40 Tahun Internet

28 October 2009 § Leave a comment

Leonard Kleinrock, ilmuwan komputer, memperlihatkan alat pertama yang menyambungkan komputer ke dalam sebuah jaringan, yang kemudian menjadi cikal bakal internet. Kleinrock bekerja di University of California Los Angeles (UCLA), AS. Foto disediakan Kleinrock, tetapi lokasi tanggal pengambilan tidak disebutkan.

SAN FRANCISCO, Empat puluh tahun silam, Leonard Kleinrock mengatakan tidak pernah membayangkan ”ledakan” Facebook, Twitter, atau YouTube. Saat itu, ia dan timnya baru ”melahirkan” apa yang kemudian disebut sebagai internet.

”Kami sangat terkejut dengan berbagai aplikasi yang muncul,” ujar Kleinrock. Dia dan rekan-rekannya dari University of California Los Angeles (UCLA) mempersiapkan perayaan ulang tahun ke-40 internet, Kamis (29/10).

”Internet sudah menjadi anak remaja sekarang. Dia sudah belajar sesuatu, tetapi masih harus terus belajar,” ujarnya di San Fransisco, Sabtu (24/10).

Pada 29 Oktober 1969, Kleinrock memimpin tim yang kemudian dapat membuat satu komputer ”berbicara” dengan yang lain di dalam bagian riset.

Kleinrock terdorong oleh keyakinan bahwa komputer dirancang untuk dapat berbicara satu sama lain sehingga menghasilkan jaringan yang sederhana, seperti penggunaan pesawat telepon.

Kunci dalam pertukaran data antara satu komputer dan komputer lainnya adalah dengan cara memecahkan kode digital dan menjadikannya sebagai paket- paket terpisah.

Dia telah menjabarkan visinya itu dalam disertasi masternya, bahkan menerbitkannya dalam sebuah buku. ”Akan tetapi, tidak ada yang peduli, khususnya AT&T,” ujar Kleinrock.

Didukung militer

AT&T merupakan perusahaan penyedia jasa sambungan telepon, baik lokal maupun interlokal terbesar di AS. ”Saya melakukan presentasi, tetapi mereka mengatakan bahwa ide itu tidak akan bisa diwujudkan. Bahkan, jika hal itu dapat terjadi, mereka tidak mau melakukan apa pun,” ujarnya.

Namun, AT&T menyediakan sebuah jalur yang menghubungkan komputer untuk ARPANET. Ini adalah sebuah proyek yang didukung militer AS.

Percobaan untuk menghubungkan ARPANET gagal pada awalnya. Tim Kleinrock mencoba mengirimkan data antar-komputer di ARPANET dan berhasil. Sebanyak dua komputer di dua universitas lain juga terhubung pada akhir tahun 1969. Inilah jejak awal dari internet yang semakin berkembang. (AP/joe)

KOMPAS.com —

Situs Gedung Putih akan Beralih ke Open Source

28 October 2009 § Leave a comment

WASHINGTON – Programmer yang mengelola situs gedung putih, berencana beralih ke open source agar kode dalam situs tersebut bisa dilihat, dikembangkan dan digunakan oleh publik.

“Kami kini beralih ke teknologi yang memungkinkan pemerintah mendapatkan lebih dan lebih banyak lagi suara untuk masukan kepada Presiden Barack Obama. Ini adalah seni teknologi dan pemerintah berpartisipasi di dalamnya”, jelas Direktur Media Gedung Putih Macon Phillips, seperti yang dilansir Sydney Morning Herald, Selasa (27/10/2009).

Para pejabat Gedung Putih menggambarkan perubahan tersebut serupa untuk membangun kembali fondasi sebuah bangunan tanpa mengubah jalan atau tingkat penampilannya. Mereka juga mengharapkan dapat membuat situs Gedung Putih lebih aman, dan hal yang sama dapat berlaku untuk situs administrasi lainnya di masa depan.

“Keamanan pada dasarnya dibangun dalam proses pembangunan karena masyarakat terdiri dari orang-orang yang tersebar di seluruh penjuru dunia, dan mereka melihat sumber kode dari awal proses sampai disebarkan”, kata Terri Molini, dari komunitas Open Source Amerika.

Setelah kode tersebut dibuka, mungkin akan tampak kerentananan keamanan. Tapi justru sebaliknya, para ahli di dalam dan di luar pemerintah berpendapat programmer bekerja sama untuk menemukan kesalahan atau kesempatan untuk mengeksploitasi kode web, yang pada akhirnya jauh lebih aman.

“Kami ingin memperbaiki peralatan yang digunakan untuk kedatangan ribuan orang ke WhiteHouse.gov, agar mereka terlibat dengan para pejabat Gedung Putih dan satu sama lain, dalam cara yang bermakna”, tandas Phillips.

http://www.igos.web.id

Opera 10.10 Bisa Jadi Server Web

26 October 2009 § Leave a comment

Opera 10.10 versi beta sudah tersedia. Di dalamnya tersedia fitur terobosan yang belum pernah ada pada browser sebelumnya, teknologi yang disebut dengan nama Opera Unite.

Opera Unite merupakan platform yang dapat mengubah komputer apapun menjadi client ataupun server, sehingga memungkinkan pemiliknya berinteraksi dan menghadirkan konten ke komputer lain secara langsung di internet.

“Memanfaatkan Opera Unite, pengguna bisa membuat galeri foto secara instan di PC miliknya, berbagi file dari komputer pribadi tanpa harus melakukan upload, ataupun mengubah browser menjadi web server secara instan”, kata Jon von Tetzchner, Chief Executive Officer Opera.

Pengguna Opera juga dapat ngobrol langsung dengan teman-temannya di MyOpera, melakukan streaming musik mereka dari mana saja dengan menggunakan browser web apapun.

“Dengan Opera Unite, kami semakin mendekati tujuan untuk mendesain ulang internet”, kata Tetzchner. “Kami antusias dengan Opera Unite dan terus mengembangkannya secara maksimal”, ucapnya.

Opera Unite adalah platform yang memperkenalkan kategori baru untuk aplikasi client-to-client. Memanfaatkan teknologi ini semudah melakukan pengkodean pada sebuah halaman Web. Hal ini menyederhanakan kompleksitas dari aplikasi web tingkat tinggi.

Untuk membuat aplikasi Opera Unite, seorang pengembang web hanya perlu mengetahui standar web yang biasa digunakan setiap hari, seperti HTML, CSS dan JavaScript. Adapun aplikasi Opera Unite dapat diakses oleh semua browser modern pada perangkat apapun.

http://www.igos.web.id

Where Am I?

You are currently viewing the archives for October, 2009 at ARASKA.