CAROK BAWA PETAKA

11 January 2010 § 2 Comments

BANGKALAN,  Kasus penganiayaan hingga menyebabkan korbannya nyaris tewas kembali terjadi di hukum polres Bangkalan, Sabtu (9/1). Kini, korban yang menderita luka parah di kepala bagian belakang dan pantat dirujuk ke Rumah Sakit di Surabaya.

Identitas korban bernama H Ridho alias Juri (55) warga Dusun Patereman, Desa Modung, Kecamatan Modung, Bangkalan. Korban terkena sabetan senjata tajam (Sajam) jenis clurit milik Hasan Basri (44), yang masih tetangganya.

Informasinya, kasus pembacokan tersebut berawal ketika keduanya terlibat adu mulut di halaman rumah mereka. Dimana rumah antara pelaku dengan korban masih satu halaman. Bahkan, keduanya terlibat adu jotos.

Warga setempat yang melihat perkelahian dengan tangan kosong itu langsung melerai. Keduanya oleh warga dibawa pulang ke rumah masing-masing. Namun, tanpa sepengetahun warga keduanya kembali keluar rumah dan terlibat pertengkaran hebat.

Apesnya korban tidak membawa senjata tajam. Sedangkan pelaku membawa sebilah clurit yang diselipkan di belakang baju lalu membacok korban. Akibatnya, kepala bagian belakang korban terkena sabetan clurit dengan menderita luka sangat serius.

Rupanya hal tersebut belum membuat pelaku puas. Tersangka masih mengayunkan kembali cluritnya dan mengenai pantat korban hingga mengalami sobek. Darah segar pun terus mengucur dari kepala dan pantat korban.

Korban pun roboh ke tanah dengan bersimbah darah. Mengetahui lawannya sudah tak berdaya, pelaku meninggalkan korban sendirian di halaman rumah. Para tetangga dan kerabat korban yang mengetahui hal tersebut langsung menolong dan membawa ke RSUD Bangkalan.

Namun, karena kondisi korban sudah kritis akhirnya dirujuk ke rumah sakit yang ada di Surabaya untuk diselamatkan jiwanya. Kini, kasus pembacokan tersebut ditangani polisi setempat untuk mengungkap apa motif dibalik aksi kriminal ini.

Kasat Reskrim Polres Bangkalan, AKP Suwarno, membenarkan kasus pembacokan tersebut. Menurutnya, kini pelaku sudah mendekam di balik jeruji besi kantor polsek Modung.

“Tadi setelah melakukan pembacokan, pelaku menyerahkan diri ke Polsek Modung. Petugas juga mengamankan sebuah barang bukti (BB) berupa celurit yang dipakai pelaku untuk membacok korban,” terang Suwarno.

Menurut Suwarno, pihaknya akan menjerat pelaku dengan pasal berlapis yakni 351 ayat 3 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) junto Undang-Undang Darurat nomor 12 tahun 51 dengan ancaman 7 tahun penjara.

§ 2 Responses to CAROK BAWA PETAKA

  • anwar unijoyo says:

    carok bagi masyarakat madure sudah hal biasa, terutama masayarakat pedalaman… itu semua karna mereka terlalu fanatik dengan Harga Diri. dikit2 harga diri. padahal sebenarnya diri kita tidak berharga jika tidak menghargai orang lain.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading CAROK BAWA PETAKA at ARASKA.

meta

%d bloggers like this: