Diary

15 April 2010 § Leave a comment

Menurut Wikipedia, buku harian atau diary adalah catatan kejadian yang kita alami sehari-hari, terutama kejadian yang mengesankan bagi kita. Karena itu, awalnya diary berfungsi sebagai kenangan masa-masa yang pernah kita alami. Nah, sedangkan menurut Alice D. Domar, assistant professor of Obstetrics, Gynecology, and Reproductive Biology at Harvard Medical School and a senior staff psychologist at Beth Israel Deaconess Medical Center, menulis diary adalah sebuah langkah untuk mengungkapkan emosi dan perasaan kita dan membantu kita untuk merawat pikiran. Makanya, nggak heran sejak zaman dulu sampai sekarang, diary tetap menjadi tempat favorit seseorang untuk mencurahkan perasaan atas masalah yang dihadapinya tersebut. Nggak percaya? Tanya aja sama responDet yang masih suka menulis diary. Menurut 34,3 persen responDet, alasan mereka menulis diary adalah sebagai tempat curhat segala yang dialami. Alasan lain adalah menjadikan diary itu sebagai kenangan (32,8 persen) dan karena melalui diary, mereka bisa menuliskan apa saja (32 persen). Menurut 74,5 persen responDet, sampai saat ini menulis diary merupakan hal yang wajar. Salah seorang responDet yang masih menulis diary adalah Indri Sari di SMPN 39. “Yup, sampai sekarang aku masih rajin nulis diary. Udah sekitar dua tahun aku selalu nulis diary. Soalnya, aku lebih bisa curhat apa pun lewat diary ketimbang cerita sama orang. Aku nggak perlu takut kalau nanti salah ngomong,” ungkap penyuka warna kuning itu. Nggak cuma Indri yang masih menulis diary. Angelica Farah di SMA Dharma Mulia juga suka menulis diary sejak duduk di bangku SMP. “Sejak aku mulai suka sama seseorang, tepatnya waktu SMP, aku langsung pengin nulis di diary. Soalnya aku ngerasa perlu bagi cerita tentang yang aku rasain. Menurutku, melalui diary-lah, yang paling aman untuk curhat, apalagi tentang cinta,” cuapnya. Jadi, sejak SMP itu, setiap pulang sekolah, Angelica selalu buru-buru masuk kamar dan mencari buku diary untuk segera menulis tentang apa yang dirinya rasakan seharian. “Cuma, sekarang kan udah SMA tuh, aku jadi agak hati-hati naruh buku diary, takut dibaca orang rumah. Kan, malu kalo ketahuan. Hehehe…” tambahnya. Nulis diary nggak cuma dilakukan cewek lho. Buktinya, Agus Yahya di SMK 17 Agustus juga punya diary alias buku harian. “Ngapain malu punya diary. Aku suka nulis diary biar aku punya kenangan tentang yang udah terjadi. Biar nggak lupa, hehe” ujarnya.(deteksi/jawapost)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Diary at ARASKA.

meta

%d bloggers like this: