Gula Rasa Stroberi & Durian Diproduksi di Kudus

11 June 2010 § Leave a comment

Ilustrasi (Foto: WordPress)

KUDUS– Menjaga kualitas dan terus berinovasi menjadi sesuatu yang wajib dilakukan sebuah perusahaan untuk mempertahan dan memperluas pasar. Hal itu pula yang dilakukan Pabrik Gula (PG) Rendeng Kudus pada masa giling tahun ini.

Manajemen PG Rendeng tidak hanya memproduksi gula pasir regular seperti yang telah beredar di pasaran saat ini. Mereka juga meluncurkan produk baru, yakni gula beraneka rasa. Seperti apa?

Suara mesin-mesin bergemuruh di dalam sebuah bangunan kuno. Belasan pekerja hilir mudik mengerjakan tugasnya. Ada yang memasukkan batang-batang tebu ke mesin penggilingan. Sebagian lagi mengusung gula yang telah dikemas. Itulah suasana kerja di PG Rendeng Kudus yang beralamat di Jalan Jenderal Sudirman No 285 Kudus tersebut.

Tahun ini, sebuah produk unik dan inovatif tengah dikembangkan manajemen perusahaan gula yang telah berdiri sejak zaman penjajahan kolonial Belanda itu, yakni gula dengan aneka rasa seperti stroberi, durian, teh, hingga mawar.

Pembuatan gula aneka rasa dinilai menjanjikan keuntungan yang cukup besar. ”Ide awal dari pembuatan gula aneka rasa ini adalah untuk membidik selera publik yang menyukai kepraktisan. Selama ini, masyarakat memilih produk yang multiguna. Dengan produk kami yang baru ini, maka kalau membuat minuman teh cukup gula diseduh dengan air panas saja,” kata Administratur PG Rendeng Suwito.

Produk gula inovasi buatan PG Rendeng ini juga ditawarkan pada pertemuan antara pabrik gula di tingkat regional maupun nasional. Hasilnya, banyak yang langsung memesan gula hingga puluhan dan bahkan ratusan ton. Pemesannya sebagian besar dari kalangan pengelola usaha rumah makan. Namun, sudah banyak pula pengguna dari kalangan rumah tangga yang menginginkannya.

”Kami menyambut baik respons dari konsumen ini. Inovasi tersebut mulai dibuat pada awal tahun ini. Setelah itu, produk dilaporkan kepada otoritas pergulaan di tingkat pusat,” tambah Suwito.

Disinggung mengenai kendala, Suwito menyatakan sejauh ini masih seputar pemutakhiran mesin. Perhitungan awal, investasi yang dibutuhkan sekira Rp1 miliar.

Kepala Pengolahan Gula PG Rendeng R Agus Wasisto menambahkan, hingga saat ini pihaknya belum menentukan harga produk buatannya itu. Meski demikian, harganya dipastikan lebih besar dibandingkan harga gula biasa yang saat ini mencapai kisaran Rp7 ribu hingga Rp8 ribu per kilogram.

Tahun ini, PG Rendeng menggiling tebu sebanyak 3.853.600 kuintal. Dari jumlah tersebut, perusahaan menargetkan mampu memproduksi gula pasir sebanyak 260 ribu kuintal. Sedangkan, tahun lalu PG Rendeng hanya mampu merealisasikan target produksi gula sebanyak 201.718 kuintal atau sekitar 76,31% dari target awal. Ini disebabkan dampak anomali iklim yang melanda sejumlah daerah dan adanya kerusakan di salah satu mesin penggiling.

Manajemen optimistis mampu memenuhi target yang ditetapkan. Selain ditunjang hasil tebu yang mencukupi, kondisi mesin juga telah diperbaiki.

sumber: okezone.com

Tagged: , , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Gula Rasa Stroberi & Durian Diproduksi di Kudus at ARASKA.

meta

%d bloggers like this: