Video, Tantangan Besar di Jaringan

11 June 2010 § Leave a comment

RIM
Mike Lazaridis.

JAKARTA, — Research in Motion belum begitu yakin bila video akan menjadi aplikasi pembunuh (killer application) di smartphone dalam waktu dekat. Namun, produsen BlackBerry asal Kanada itu menyatakan komitmennya untuk terus mengembangkan teknologi pengiriman video yang semakin efisien melalui jaringan data.

“Saya masih belum tahu dan saya tidak berpikir ada yang tahu jika video adalah killer application di smartphone,” kata Co-CEO RIM Mike Lazaridis dalam sebuah konferensi yang diselenggarakan oleh Toronto Dominion Bank, pekan lalu.

Ia mengatakan, video membutuhkan dukungan besar yang menjadi tantangan besar bagi jaringan. Popularitas smartphone kaya fitur seperti BlackBerry, iPhone, dan Motorola Droid, misalnya, diikuti tuntutan bandwidth 30 kali lebih banyak daripada yang digunakan pengguna ponsel biasa untuk menjalankan aplikasi semacam itu.

Lonjakan lalu lintas yang dipicu oleh video dan aplikasi lain telah menyebabkan banyak panggilan terputus dan layanan tersendat-sendat. Ketika video dalam penggunaan smartphone kian populer, itu lebih mengarah pada kepadatan trafik, dan memaksa operator menghabiskan miliaran uang untuk meng-upgrade jaringan dan membeli spektrum yang lebih nirkabel.

Ia mengatakan, orang mungkin berpikir bahwa 3G saat ini menjawab kebutuhan kapasitas untuk mengatasi naiknya trafik di jaringan data. Namun, kata Lazaridis, “Bayangkan jika video streaming atau download mulai tampak pada layar seperti televisi HD dalam hal resolusi.”

Saat ini RIM mungkin berhasil mengefisienkan pengiriman data melalui layanan BlackBerry dengan mengatur melalui server RIM yang terpusat. Hal tersebut merupakan kekuatan perusahaan itu sejak awal ketika mereka mencari layanan e-mail yang cepat dan lebih aman. RIM juga mengirim web browsing, Facebook, Twitter, dan data dari berbagai macam aplikasi BlackBerry melalui server sendiri yang membuat browsing dan penggunaan aplikasi pada BlackBerry membutuhkan bandwidth tiga hingga delapan kali lebih efisien dibanding perangkat lain saingan RIM. Namun, itu saja belum cukup.

“Meskipun operator telah berkomitmen menghabiskan miliaran dollar AS untuk teknologi jaringan baru dan jaringan spektrum baru, orang bisa memiliki tiga BlackBerry yang menggunakan kapasitas jaringan yang sama seperti menggunakan satu smartphone merk lain,” ujar Lazaridis.

Meski penuh tantangan, Lazaridis mengatakan, RIM akan berinvestasi lebih dalam mengembangkan teknologi pengiriman data yang lebih efisien, termasuk untuk video. Dia merujuk ke tahun 2006 ketika RIM mengakuisisi Slipstream, yang menspesialisasikan diri dalam percepatan lalu lintas data, kompresi, dan pengoptimalan teknologi jaringan.

“Mereka punya teknologi luar biasa untuk mengompresi segala konten web, dokumen, dan video. Jadi, Anda tidak pernah tahu, penelitian yang kami lakukan sangat penting, selalu menghasilkan, dan kami berharap bisa terus memberikan efisiensi nyata bagi operator tersebut,” tandas Lazaridis.

sumber : KOMPAS.com

Tagged: , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Video, Tantangan Besar di Jaringan at ARASKA.

meta

%d bloggers like this: