Betulkah, Sistem Politik di Bangkalan Menganut Paternalistik

1 August 2010 § 2 Comments

Pakar politik dari Universitas Gajah Mada (UGM), Jogjakarta, menilai sistem politik yang diterapkan di Kabupaten Bangkalan menganut struktur paternalistik, semua kebijakan tergantung penguasa.

“Saya melihat sistem politik disini memakai struktur paternalistik. Sistem ini tidak baik dianut, karena semua kebijakan strategis tergantung pada pemimpin,” terang dosen fisipol UGM, AA GN Aridwipayana, dalam acara monitoring anggota JPD (jangkar pergerakan demokratik) di salah satu rumah makan Jalan Soekarno-Hatta, Sabtu (31/7).

Ari menjelaskan, struktur politik paternalistik menyebutkan jika pemimpin memustuskan kebijakan tertentu, maka tidak akan memperhatikan kritik dari masyarakat. Meski kebijakannya itu tidak membawa manfaat bagi rakyat.

“Struktur politik itu sangat buruk dan tidak boleh diterapkan. Kalau pemimpinnya buruk, maka semuanya akan menjadi buruk. Jika pemimpinnya baik, maka akan jadi baik semua,” ungkapnya.

Menurut Ari, munculnya struktur politik tersebut lantaran pemimpin yang bersangkutan mempunyai kekuatan politik yang besar. Serta memiliki kultur politik yang kuat seperti keturunan Bani Cholil.

“Sehingga masyarakat tidak berani menyuarakan aspirasi politik. Akibatnya, sistem demokrasi di kabupaten Bangkalan tidak berjalan sebagaimana mestinya,” ujarnya.

Ari menambahkan, untuk merubah struktur politik tersebut dibutuhkan suatu keberanian dari masyarakat untuk menyampaikan aspirasi dan kritikan pedas terkait suatu kebijakan yang tidak memihak pada rakyat.

“Sehingga sistem politik disini bisa berjalan. Kedepan harus ada suatu desain politik yang demokratis untuk menghilangkan struktur politik paternalistik. Sehingga sistem politik bisa berjalan demokratis. Oleh karena itu perlu adanya penyadaran politik,” paparnya.

§ 2 Responses to Betulkah, Sistem Politik di Bangkalan Menganut Paternalistik

  • Masduki says:

    politik paternalistik
    Tidak cocok buat di madura khususnya di bangkalan…
    klo politiknya spt itu….
    Madura akan ketinggalan dari kota-kota yang lain…..

    dan sampai kapanpun mmadura akan jadi pulau yang ketinggalan .

    lhat jalan tol yan arah suramadu….
    gak ada lampu penerangan jalannya
    mank APBD bangkalan gak cukup ya buat itu……

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Betulkah, Sistem Politik di Bangkalan Menganut Paternalistik at ARASKA.

meta

%d bloggers like this: