Asia Mulai Jadi Barometer Pendidikan

15 October 2010 § Leave a comment

Image: corbis.com

YOGYAKARTA – Jika bicara mengenai pendidikan, maka yang menjadi barometer adalah kampus-kampus di Amerika Serikat (AS), Eropa atau Australia. Namun, Asia kini mulai diperhitungkan menjadi barometer pendidikan. Hal ini terjadi lantaran perguruan tinggi di Asia sudah memberdayakan para dosen dan mahasiswanya. Selain itu, pertukaran mahasiswa dan dosen, hingga riset pun sudah banyak dilakukan.

Hal ini diungkap oleh Dekan Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Gadjah Mada (UGM) Dr. Ida Rohani di sela-sela acara pembukaan Indian Council for Cultural Relations International Seminar on Cultural and Historical Links Between India and South-East Asia di Gedung Margono Djojohadikusumo, Yogyakarta, Kamis 14 Oktober kemarin.

Dalam acara tersebut juga hadir Duta Besar India untuk Indonesia Biren Nanda, Rektor UGM Prof. Ir. Sudjarwadi, M.Eng, Ph.D, serta Vice President Indian Council for Cultural Relations (ICCR) Dr. Bharati Ray.

“Banyak upaya dilakukan untuk ‘melihat Asia’. Sehingga Asia sudah tidak lagi dipandang sebelah mata dibandingkan negara barat atau bahkan dicap sebagai negara miskin serta terbelakang. Misalnya, China, Thailand dan Indonesia, yang terus meningkat kualitas pendidikannya, termasuk dalam riset yang dilakukan mahasiswa maupun dosennya,” papar Ida.

Ida menambahkan, Indonesia dan India memiliki keterkaitan yang cukup erat dari sisi sejarah. Keberadaan Konferensi Asia Afrika (KAA) di Bandung menjadi bukti nyata adanya hubungan kesejarahan tersebut.

Hal ini diamini Dubes India untuk Indonesia Biren Nanda. Biren menyatakan, India juga terus meningkatkan pembangunan dan kerjasama dengan negara-negara Asean termasuk Indonesia. “Pendidikan, budaya, investasi, pariwisata, kesehatan, transportasi dan infrastruktur kita kembangkan,” kata Biren.

Dia melanjutkan, Indonesia dan India juga terlibat dalam berbagai interaksi dan adopsi budaya seperti kreasi batik, lagu-lagu kesenian, dan tari-tarian.

Sementara, Rektor UGM Prof. Sudjarwadi menyebut kedekatan sejarah Indonesia-India sebagai ‘panggilan romantik’. “Peningkatan hubungan diharapkan bisa menciptakan kemaslahatan bersama bagi umat manusia,” kata Rektor.

Pada kesempatan yang sama, Vice President ICCR Dr Bharati Ray menjelaskan, posisi Indonesia sangat penting bagi India. Dia bahkan menyebut Indonesia sebagai salah satu bagian dari religi mereka. Bharati menyatakan, seminar tersebut merupakan salah satu bentuk hubungan India-Indonesia. “Tentu harapan kita bisa terus ditingkatkan peningkatan hubungan kerja sama yang menguntungkan baik religi, budaya, pendidikan, dan bidang lainnya,” kata Bharati.

Bharati menambahkan, dalam bidang pendidikan, India pun telah banyak memberikan beasiswa bagi pelajar dan mahasiswa di Asia. Bharati berharap, hubungan kerja sama antara Indonesia dan India bisa menjadi acuan kebijakan yang berorientasi pada budaya timur dan bukan melulu berkiblat pada dunia barat. Sebab, menurutnya, negara seperti India dan Indonesia memiliki karakteristik dan identitas yang berbeda dengan negara-negara barat.

Pembukaan seminar tersebut juga menampilkan beberapa bentuk kesenian seperti musik dan tari-tarian yang mencerminkan keterikatan dan pengembangan budaya Indonesia-India. (rhs)

sumber: OkeZone.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Asia Mulai Jadi Barometer Pendidikan at ARASKA.

meta

%d bloggers like this: