HUT ke-100, Chevrolet Bikin Mobil Konsep Futuristik

4 April 2011 § Leave a comment

(foto : General Motors)

(foto : General Motors)

SEOUL– Untuk merayakan hari jadi produsen mobil asal Amerika, Chevrolet, yang ke-100. General Motors sebagai induk perusahaan membuat sebuah mobil roadster canggih dengan menggunakan teknologi hybrid. Dengan menggunakan nama Mi-ray konsep, mobil dua pintu tersebut telah diperkenalkan GM pada gelaran Seoul Motor Show 2011 yang saat ini sedang berlangsung. « Read the rest of this entry »

Betulkah, Sistem Politik di Bangkalan Menganut Paternalistik

1 August 2010 § 2 Comments

Pakar politik dari Universitas Gajah Mada (UGM), Jogjakarta, menilai sistem politik yang diterapkan di Kabupaten Bangkalan menganut struktur paternalistik, semua kebijakan tergantung penguasa.

“Saya melihat sistem politik disini memakai struktur paternalistik. Sistem ini tidak baik dianut, karena semua kebijakan strategis tergantung pada pemimpin,” terang dosen fisipol UGM, AA GN Aridwipayana, dalam acara monitoring anggota JPD (jangkar pergerakan demokratik) di salah satu rumah makan Jalan Soekarno-Hatta, Sabtu (31/7).

Ari menjelaskan, struktur politik paternalistik menyebutkan jika pemimpin memustuskan kebijakan tertentu, maka tidak akan memperhatikan kritik dari masyarakat. Meski kebijakannya itu tidak membawa manfaat bagi rakyat.

“Struktur politik itu sangat buruk dan tidak boleh diterapkan. Kalau pemimpinnya buruk, maka semuanya akan menjadi buruk. Jika pemimpinnya baik, maka akan jadi baik semua,” ungkapnya.

Menurut Ari, munculnya struktur politik tersebut lantaran pemimpin yang bersangkutan mempunyai kekuatan politik yang besar. Serta memiliki kultur politik yang kuat seperti keturunan Bani Cholil.

“Sehingga masyarakat tidak berani menyuarakan aspirasi politik. Akibatnya, sistem demokrasi di kabupaten Bangkalan tidak berjalan sebagaimana mestinya,” ujarnya.

Ari menambahkan, untuk merubah struktur politik tersebut dibutuhkan suatu keberanian dari masyarakat untuk menyampaikan aspirasi dan kritikan pedas terkait suatu kebijakan yang tidak memihak pada rakyat.

“Sehingga sistem politik disini bisa berjalan. Kedepan harus ada suatu desain politik yang demokratis untuk menghilangkan struktur politik paternalistik. Sehingga sistem politik bisa berjalan demokratis. Oleh karena itu perlu adanya penyadaran politik,” paparnya.

CAROK BAWA PETAKA

11 January 2010 § 2 Comments

BANGKALAN,  Kasus penganiayaan hingga menyebabkan korbannya nyaris tewas kembali terjadi di hukum polres Bangkalan, Sabtu (9/1). Kini, korban yang menderita luka parah di kepala bagian belakang dan pantat dirujuk ke Rumah Sakit di Surabaya.

Identitas korban bernama H Ridho alias Juri (55) warga Dusun Patereman, Desa Modung, Kecamatan Modung, Bangkalan. Korban terkena sabetan senjata tajam (Sajam) jenis clurit milik Hasan Basri (44), yang masih tetangganya.

Informasinya, kasus pembacokan tersebut berawal ketika keduanya terlibat adu mulut di halaman rumah mereka. Dimana rumah antara pelaku dengan korban masih satu halaman. Bahkan, keduanya terlibat adu jotos.

Warga setempat yang melihat perkelahian dengan tangan kosong itu langsung melerai. Keduanya oleh warga dibawa pulang ke rumah masing-masing. Namun, tanpa sepengetahun warga keduanya kembali keluar rumah dan terlibat pertengkaran hebat.

Apesnya korban tidak membawa senjata tajam. Sedangkan pelaku membawa sebilah clurit yang diselipkan di belakang baju lalu membacok korban. Akibatnya, kepala bagian belakang korban terkena sabetan clurit dengan menderita luka sangat serius.

Rupanya hal tersebut belum membuat pelaku puas. Tersangka masih mengayunkan kembali cluritnya dan mengenai pantat korban hingga mengalami sobek. Darah segar pun terus mengucur dari kepala dan pantat korban.

Korban pun roboh ke tanah dengan bersimbah darah. Mengetahui lawannya sudah tak berdaya, pelaku meninggalkan korban sendirian di halaman rumah. Para tetangga dan kerabat korban yang mengetahui hal tersebut langsung menolong dan membawa ke RSUD Bangkalan.

Namun, karena kondisi korban sudah kritis akhirnya dirujuk ke rumah sakit yang ada di Surabaya untuk diselamatkan jiwanya. Kini, kasus pembacokan tersebut ditangani polisi setempat untuk mengungkap apa motif dibalik aksi kriminal ini.

Kasat Reskrim Polres Bangkalan, AKP Suwarno, membenarkan kasus pembacokan tersebut. Menurutnya, kini pelaku sudah mendekam di balik jeruji besi kantor polsek Modung.

“Tadi setelah melakukan pembacokan, pelaku menyerahkan diri ke Polsek Modung. Petugas juga mengamankan sebuah barang bukti (BB) berupa celurit yang dipakai pelaku untuk membacok korban,” terang Suwarno.

Menurut Suwarno, pihaknya akan menjerat pelaku dengan pasal berlapis yakni 351 ayat 3 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) junto Undang-Undang Darurat nomor 12 tahun 51 dengan ancaman 7 tahun penjara.

Pejabat Pemkab tak mau tau, Soal Reklame Raib

15 December 2009 § Leave a comment

BANGKALAN, Sejumlah pejabat pemerintah kabupaten (pemkab) Bangkalan, terkesan saling lempar tanggung jawab terkait raibnya papan reklame pemkab setempat di akses tol Suramadu.

Itu terlihat dari pernyataan kepala kantor perizinan kabupaten Bangkalan, Abdul Rasjid. Dimana, saat dikonfirmasi menyatakan, masih menurunkan anak buahnya di lapangan. Hal itu dilakukan untuk mencari tahu keberadaan papan reklame yang raib.

“Tapi untuk lebih detainya, tanya saja ke pak Ipung (Syaiful Djamal, kepala dinas perhubungan, komunikasi dan informas), karena itu merupakan bagiannya,” terang Rasjid di Bangkalan, Senin (14/12).

Menurut Rasjid, pihaknya hanya sebatas mengeluarkan perizinan. Berhubung ada laporan masuk, kalau ada papan reklame hilang, pihaknya hanya bertanggung jawab melakukan cek keberadaan reklame di lapangan.

“Soal lain, apakah hilang atau tidak, itu kewenangan dari Dishubkominfo. Nah, sebaiknya agar kasus tersebut dikonfirmasi secara langsung pada mereka sehingga duduk persoalannya jelas,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Kominukasi dan Informatika (Kadishub) Bangkalan, Syaiful Djamal, terkesan tertutup saat beberapa wartawan mencoba melakukan konfirmasi.

“Bapak masih sibuk, banyak kerjaan. Kalau mau menemui, mungkin minggu depan saja,” ujar salah satu ajudan yang berjilbab.

Perlu diketahui, papan reklame pemkab Bangkalan di akses tol Suramadu yang berisi peraturan bupati (perbup) nomor 28 tahun 2009, tentang larangan mendirikan bangunan raib.

Belum diketahui pasti ke mana raibnya papan tersebut, apakah hilang dicuri atau diperbaiki oleh pihak terkait. Hingga saat ini, papan reklame tersebut masih belum juga terpasang dan hanya tiang warna hujau saja yang masih berdiri tegak. (khacong)

Imbas Eksplorasi Migas, Puluhan Rumah Warga Rusak

26 November 2009 § 1 Comment

BANGKALAN, Puluhan rumah di Desa Sambian dan Senasen, Kecamatan Konang, Kabupaten Bangkalan, rusak akibat eksplorasi minyak dan gas (migas) yang dilakukan SPE Petroleum.

“Sekitar dua puluh lebih rumah mengalami retak-retak di dua desa tersebut. Namun, yang paling banyak ditemukan rumah rusak di Desa Sambian,” terang Direktur Center For Islam And Democrasy Studies (CIDE), Mathur Kusairi, di Bangkalan, Rabu (25/11).

Mathur menjelaskan, kerusakan pada rumah itu disebabkan getaran yang dikeluarkan saat proses eksplorasi migas. Sebab, tekanan getaran yang ditimbulkannya sangat besar. « Read the rest of this entry »

Curi Beras, Empat Penarik Becak Dibeku

22 October 2009 § Leave a comment

BANGKALAN, Kepolisian resort (Polres) Bangkalan berhasil menangkap empat pencuri beras yang sering beraksi di pertokoan.

Identitas keempat pelaku masing-masing bernama Abdul Hamin (36) dan Ridoi (34) warga Jalan Sindingkap, Kelurahan Kemayoran. Serta Halim darmawan (30) warga Kelurahan Mlajah, Kecamatan Kota, dan Romli Ali (50) warga Socah. Semuanya bekerja sebagai penarik becak.

Kasat reskrim polres Bangkalan, AKP Suwarno, mengatakan, penangkapan terhadap empat tersangka berdasarkan laporan dari korban yakni Siti Salimah (50) warga Jalan Sindingkap.

“Korban yang sehari-harinya berjualan, mengaku telah menjadi korban pencurian. Dimana lima karung beras dan beberapa bungkus rokok lenyap dicuri maling,” terang Suwarno di Bangkalan, Kamis (22/10).

Selanjutnya, sambung Suwarno, laporan tersebut dikembangkan oleh petugas. Hasilnya, empat pencuri lima karung beras dan beberapa bungkus rokok berhasil dibekuk di rumah masing-masing.

“Mereka ditangkap saat berada di rumahnya tanpa perlawanan. Kini, keempat pelaku dijebloskan dalam tahanan mapolres Bangkalan,” ungkapnya.

Menurut Suwarno, dari tangan keempat pelaku, polisi mengamankan dua karung beras sebagai barang bukti (BB) untuk kepentingan penyidikan lebih lanjut. Keempat pelaku bakal dijerat pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman sembilan tahun penjara.

Sementara itu, salah seorang tersangka, Abdul Hamin, mengatakan, dirinya terpaksa melakukan pencurian karena terdesak kebutuhan ekonomi. Sebba, penghasilan sebagai tukang becak tidak mencukupi kebutuhan keluarga.

“Sebenarnya, saya tidak ingin mencuri. Namun, karena butuh untuk makan, akhirnya saya ikut mencuri beras di toko,” ucap Abdul. (khacong)

Dokter Totok: Saya Hanya Dijadikan Tumbal..!

7 October 2009 § Leave a comment

dr-totok-tunjukkan-putusan-ptunBANGKALAN, Dr Totok Soehartojo SpB, membantah kalau dirinya telah melakukan mal praktek terhadap seorang pasien yang tewas setelah dioperasi di RSUD Syarifah Ambami Rato Ebu, Bangkalan, beberapa bulan lalu.

“Sebenarnya, saya tidak ingin kasus ini diperpanjang. Namun, saya dipojokkan terus dan nama baik saya sudah tercemar, maka saya akan buka semua kebobrokan pemkab Bangkalan,” terang Totok di Bangkalan, Rabu (7/10).

Totok menjelaskan, kasus tersebut bermula ketika ada seorang pasien bernama Hori Afi (25) warga Kecamatan Geger menderita penyakit vestel (ada borok di dubur) dan harus dilakukan operasi.

“Sebenarnya operasi ringan, jika tidak ada kesalahan maka tidak akan berakibat fatal yang berujung pada kematian pasien,” ungkapnya.

Menurut Totok, pasien dibius telebih dahulu sebelum dioperasi oleh dokter anesthesia. Namun, karena tidak ada dokter anesthesia akhirnya yang membius seorang perawat yang mendapat SK dari pihak rumah sakit yang bernama Munawaroh.

“Ternyata, saat proses pembiusan si perawat salah dalam mengambil obat yakni kalnex (untuk pegumpalan darah). Sedangkan obat yang seharusnya dimasukkan pada tubuh pasien yakni bufanes,” tuturnya.

Parahnya, sambung Totok, sang perawat tidak melaporkan kesalahan tersebut pada dirinya sehingga proses operasi dimulai. Akibatnya, setelah operasi selesai pasien langsung kejang-kejang sebelum akhirnya tewas.

“Kalau seperti itu siapa yang salah, saya atau perawat yang keliru masukkan obat. Mengapa hanya saya yang dihukum, padahal penanggung jawab perawat tersebut adalah dr Heru Subandrio SpM. Jika memang ada hukuman seharusnya semua yang terlibat. Kalau seperti kan saya dijadikan tumbal,” ucapnya.

Totok menambahkan, selanjutnya pemkab Bangkalan mengeluarkan surat keputusan (SK) yang menyatakan diduga karena melakukan mal praktek oleh karena itu dr Totok Soehartojo dicopot.

“Masak orang belum terbukti bersalah sudah dicopot, ini kan aneh. Apalagi sebelumnya tidak pernah ada pemeriksaan dari inpektorat terhadap saya,” ungkapnya.

Lalu, sambung Totok, keluar lagi SK yang menyatakan bahwa dr Totok Soehartojo dibebastugaskan dari jabatan. Padahal, seorang dokter itu selama bisa bekerja tidak boleh dibebastugaskan karena predikat dokter masih melekat dalam dirinya.

“Saya pun mengajukan gugatan atas SK tersebut pada PTUN (Pengadilan Tata Usaha Negara) Surabaya dengan tergugat Bupati Bangkalan. Hasilnya, tiga dari empat gugatan saya dikabulkan,” urainya.

Totok menjelaskan, dalam putusan nomor 56/G/2009/PTUN SBY menyatakan batal putusan tergugat (Bupati Bangkalan) yang menyatakan pembebastugasan dari dokter spesialis bedah pada RSUD Syarifah Ambami Rato Ebu atas nama dr Totok Soehartojo SpB.

“Dan kedua memerintahkan tergugat untuk mencabut SK tersebut dan mengembalikan jabatan dan memulihkan harkat martabat penggugat,” ucapnya.

Anehnya, sambung Totok, pasca putusan itu dibacakan, Bupati Bangkalan mengeluarkan SK lagi dengan isi yang sama dengan sebelumnya. Padahal, SK tersebut diperintah dicabut oleh PTUN Surabaya.

“Kalau pejabat kepala dinas tidak melaksanakan putusan PTUN, maka jabatannya akan diturunkan jadi staf, jika Bupati tak melaksanakan putusan PTUN, saya tidak tahu sanksinya. Yang jelas, jika Bupati tidak melaksanakan akan dilaporkan pada PTUN dan saya menilai pemkab tidak melaksanakan azaz umum pemerintah yang baik,” paparnya. (Syaiful Islam)

Where Am I?

You are currently browsing the Bangkalan Terkini category at ARASKA.