Udang Raksasa Panjangnya 1 Meter

1 June 2011 § Leave a comment

Espen Horn

Fosil predator yang mirip udang dengan panjang 1 meter ditemukan di sebelah tenggara Maroko. Hewan tersebut memiliki ukuran terbesar di jenisnya dan diperkirakan mendominasi laut pada zaman pra-dinosaurus selama jutaan tahun.

Hewan yang disebut Anomalocaridid itu mirip seperti udang dan sotong. Salah satu bagian di kepalanya menonjol dan melingkar. Mulut mereka berlapis serta membuka dan menutup seperti diafragma kamera. « Read the rest of this entry »

Ini Dia Laba-laba Vegetarian Pertama di Dunia

15 October 2009 § Leave a comment

Lab-laba Bagheera kiplingi yang hidup di Meksiko dan Kosta Rika merupakan laba-laba vegetarian pertama di dunia.

JAKARTA, Hampir semua spesies laba-laba merupakan jenis predator yang memangsa hewan lainnya, dari serangga sampai burung. Di antara lebih dari 40.000 spesies laba-laba yang ada di dunia, laba-laba yang baru ditemukan ini mungkin jenis pertama diketahui makan tumbuh-tumbuhan.

Hewan berkaki delapan yang diberi nama Bagheera kiplingi itu, hidup di Amerika Tengah khususnya Meksiko dan Costa Rika. Laba-laba vegetarian yang besar tubuhnya hanya seukuran kuku orang dewasa itu memangsa ujung daun akasia.

“Ini benar-benar laba-laba pertama yang diketahui memangsa tumbuh-tumbuhan. Ia juga laba-laba pertama yang diketahu menjadikan tumbuh-tumbuhan sebagai mangsa pokoknya,” ujar Christopher Meehan dari Universitas Villanova, Pennsylvania, AS yang melaporkan penelitian tersebut bersama peneliti lainnya dalam jurnal Current Biology edisi teranyar. Ia mengatakan hampir semua buku teks laba-laba tak ada yang pernah menyatakan ada laba-laba pemakan tumbuh-tumbuhan.

Dalam memperoleh sumber makanan ia cukup dibantu peran semut penjaga yang hidupnya juga di pohon akasia. Pasalnya dengan semut yang menguasai akasia, tidak ada herbivora lainnya yang berani mendekat. Namun, karena semut juga makan ujung daun, selain nektar, laba-laba harus melakukan strategi khusus.

Saat berburu mangsa, laba-laba tersebut harus menghindari smeut penjaga dengan memanfaatkan jaringnya untuk bergerak naik turun. Laba-laba juga membangun sarangnya di pangkal daun akasia tua yang jarang sekali dilalui semut.

Selain memangsa ujung daun, laba-laba tersebut sebenarnya masih memangsa lainnya seperti larva semut dan nektar. Saat memengsa semut mereka akan berpura-pura menjadi semut dengan melakukan gerakan zig-zag.

Meski demikian, pengamatan yang dilakukan menggunakan rekaman video dan analisis kimia menunjukkan laba-laba tersebut tetap mendapatkan sebagian besar makanan dari tumbuhan. Populasi di Meksiko memperoleh 90 persen makanan dari jaringan tumbuhan dan sisanya larva semut, nektar, dan lainnya. Sementara populasi di Kosta Rika memperoleh 60 persen makanan dari daun akasia.
WAH KOMPAS.com
Sumber : LIVESCIENCE

Bayi “Raksasa” Lahir di Pamekasan, Berat 6 Kg Tinggi 75 Cm

20 August 2009 § 1 Comment

Bayi berukuran raksasa (kanan, digendong) lahir di Pamekasan, Madura. Anak keenam dari pasangan suami istri Iptu Soemanto (47), dan Hj Aminah (45), itu memiliki berat badan 6 kg dengan tinggi 75 cm.

PAMEKASAN, Bayi berukuran raksasa lahir di Pamekasan, Madura. Anak keenam dari pasangan suami-istri Iptu Soemanto (47) dan Hj Aminah (45) itu memiliki berat badan 6 kg dengan tinggi 75 cm. Anehnya, bayi laki-laki itu dilahirkan tanpa ari-ari (tali pusar) atau ari-arinya langsung putus tanpa meninggalkan luka.

Menurut pasangan suami-istri warga Kampung Rongkarong, Kelurahan Gladak Anyar, Kecamatan Kota Pamekasan, itu banyak keanehan mengiringi bayi yang dilahirkan tepat pada peringatan Hari Kemerdekaan RI, Senin (17/8) pagi itu.
« Read the rest of this entry »

Berkebun di Atap Mobil

8 December 2008 § Leave a comment

[ Selasa, 09 Desember 2008 ]

OKINAWA – Tak perlu riset dan biaya produksi miliaran rupiah untuk menciptakan mobil ramah lingkungan atau green car. Menurut produser musik dari Pulau Okinawa, Jepang, Mitsuji Chinen, setiap orang bahkan bisa menjadikan mobilnya sebagai green car. Dia mencontohkan dengan menanam rumput di atas atap mobilnya. Proyek green car ala Chinen itu hanya butuh pelapis antiair, media tanam dari serabut kelapa, dan tentu saja rumput. Dalam tempo empat bulan, rumput di atas atap Toyota Starlet milik Chinen tumbuh 10 cm.

Selain tampilan mobilnya menjadi istimewa, lapisan rumput di atas atap membuat mobil Chinen semakin nyaman dan “dingin” saat dikendarai. Kini, dia tak butuh lagi memasang air conditioning (AC) terlalu lama, saat musim panas. Di luar urusan mobil, kreatifitas Chinen menanam rumput di atap mobil membuat namanya dikenal di seluruh kota sebagai duta baru untuk pelestarian lingkungan. “Saya bermimpi ada sejengkal rumput di setiap bus dan taksi di Jepang untuk mengurangi global warming,” ucapnya. (EPA/kim)

sumber : jawapos.com

Seusai Disembelih Kambing Kurban Jalan-jalan

8 December 2008 § Leave a comment

Meskipun sudah disembelih dengan tujuan untuk Kurban dengan kondisi leher menganga bekas disembelih, namun kambing ini tidak mati. Bahkan sempat jalan-jalan dan menabrak orang yang hendak menangkapnya, Senin (8/12).

Selasa, 9 Desember 2008 | 08:53 WIB

JOMBANG — Peristiwa aneh dan langka terjadi di tengah perayaan Idul Adha, tepatnya di Dusun Bapang, Desa Sumbermuluyo, Kecamatan Jogoroto, Jombang, Senin (8/12). Seekor kambing yang disembelih sebagai salah satu kurban di dusun setempat ternyata tidak mati, melainkan jalan-jalan.
« Read the rest of this entry »

Monyet Terkecil Masih Hidup di Hutan Sulteng

20 November 2008 § Leave a comment

Salah satu tarsius (Tarsius spectrum) yang ditangkap tim pimpinan Sharon Gursky-Doyen di Taman Nasional Lore Lindu, Sulawesi Tengah.

kompas.com melaporkan

WASHINGTON, RABU – Beratnya hanya sekitar 50 gram sehingga tarsius kerdil (Tarsius pumilus) sering dikenal sebagai monyet terkecil dunia meski sesungguhnya bukan termasuk monyet. Makhluk langka dan eksotis yang diduga hanya tinggal tersisa di hutan-hutan Sulawesi Utara ternyata masih hidup di Sulawesi Tengah.

“Ada banyak lusinan ekspedisi untuk mencarinya, semuanya gagal. Saya merasa harus pergi dan berusaha melihat langsung apakah mereka benar-benar ada atau telah punah,” ujar Sharon Gursky-Doyen, profesor antropologi dari Texas A&M University, AS.

Usaha Gursky-Doyen membuahkan hasil setelah proposal ekspedisinya didanai National Geographic. Setelah menunggu selama dua bulan, para ilmuwan berhasil menjerat empat ekor tarsius di rimbunnya hutan Gunung Rore Katimbo yang termasuk dalam Taman Nasional Lore Lindu, Sulawesi Tengah. Tarsius tak ditemukan lagi di kawasan tersebut selama 80 tahun terakhir. « Read the rest of this entry »

Where Am I?

You are currently browsing entries tagged with aneh at ARASKA.